Senin, 07 Maret 2011

PEMANFAATAN (PENANGKAPAN) SUMBERDAYA PERIKANAN (PSP)

PEMANFAATAN (PENANGKAPAN) SUMBERDAYA PERIKANAN (PSP)
PENGERTIAN PEMANFAATAN (PENANGKAPAN) SUMBERDAYA PERIKANAN

ü PEMANFAATAN : MENGAMBIL-MENGGUNAKAN-MEMAKAI

ü SUMBERDAYA : ASAL/MULA DARI SEGALA SESUATU YANG BISA DIGUNAKAN/DIPAKAI UNTUK MENDUKUNG PROSES KEHIDUPAN DAN MEMILIKI NILAI EKONOMI

ü PERIKANAN : SEGALA SESUATU YANG BERKAITAN DENGAN IKAN DALAM ARTI LUAS /SEMPIT
v JADI PSP = “ USAHA UNTUK MENGAMBIL (MENGEKSPLOITASI) SEGALA BENDA-BENDA HIDUP YANG BERADA DI PERAIRAN UNTUK MENDUKUNG PROSES KEHIDUPAN “

v BENDA-BENDA HIDUP ADALAH IKAN DALAM ARTI LUAS YAITU : IKAN, CRUSTACEA (UDANG-UDANGAN), MOLLUSCA (KERANG-KERANGAN), EKINODERMATA (TERIPANG/GAMAT), SEAWED (RUMPUT LAUT), ALGAE (GANGGANG), BLOOD CORAL (KARANG) DLL


SEBENARNYA USAHA PENGAMBILAN/PENANGKAPAN BISA DILAKUKAN SESUAI DENGAN TIPE SUMBERDAYA PERAIRAN, YAITU :

• PERAIRAN LAUT (PANTAI, LEPAS PANTAI)

• PERAIRAN DARAT (DANAU, WADUK, IRIGASI, RAWA, SUNGAI)


Ø NAMUN YANG AKAN DIBAHAS LEBIH LAUT ADALAH TENTANG PERIKANAN LAUT, KARENA KETIKA KITA/ORANG BERBICARA TENTANG PERIKANAN TANGKAP MAKA YANG TERBAYANG DIOTAK ADALAH PENANGKAPAN IKAN DI LAUT !!!!

Ø USAHA PENANGKAPAN IKAN SEBAGAI MANA USAHA BUDIDAYA IKAN ADALAH TERMASUK INDUSTRI PRIMER/PRIMARY INDUSTRY; SEDANGKAN PENGOLAHAN ADALAH ADALAH INDUSTRI SEKUNDER

SEJARAH SINGKAT : PENANGKAPAN IKAN SUDAH ADA SEJAK DULU KHUSUSNYA PADA MASYARAKAT PESISIR/PINGGIR LAUT, DANAU DAN SUNGAI

ü DIMULAI DARI TEKNIK PENANGKAPAN EKOR PER EKOR BERKEMBANG JADI TEKNIK PENGUMPULAN KELOMPOK (SEKALIGUS) DAN TERUS BERKEMBANG

Ø DIMASUKKAN DALAM KAJIAN ILMIAH/SBG ILMU PADA ABAD 20 DILAKUKAN OLEH ORANG RUSIA DAN JEPANG YAITU : Prof. F.I. BARANOV DAN Prof. M.TAUTI



ü PEMANFAATAN/PENANGKAPAN IKAN BERDASARKAN PENERAPAN TEKNOLOGI DAN TUJUAN USAHA DAPAT DIKELOMPOKKAN JADI 3, YAITU :

• USAHA PENANGKAPAN TRADISIONAL (PERIKANAN RAKYAT)

YAITU USAHA PENAGKAPAN YANG DILAKUKAN OLEH MASYARAKAT YANG BERMUKIM DI PINGGIRAN PANTAI DENGAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP YANG SEDERHANA BERUPA PANCING DAN JARING KECIL SERTA SAMPAN DAYUNG/PERAHU KECIL, BIASANYA BERORIENTASI UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP SEHARI-HARI

KEGIATAN USAHA PENANGKAPAN INI BIASANYA DILAKUKAN OLEH KELUARGA DG MEMBUAT ALAT TANGKAP DAN SARANA PENANGKAPAN SENDIRI.

ü HASIL TANGKAPAN DIKONSUMSI SENDIRI DAN KALAU BERLEBIH DIPASARKAN SECARA LOKAL (DESA). CONTOH : PENANGKAPAN IKAN MENGGUNAKAN PANCING ULUR
ü B. USAHA PENANGKAPAN SEMI MODERN, ADALAH USAHA PENANGKAPAN YANG DILAKUKAN OLEH MASYARAKAT ATAU SEKELOMPOK MASYARAKAT DG MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP YANG SUDAH AGAK BESAR SEPERTI PAYANG, PUKAT JARING, JARING INSANG, DAN DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI, SARANA PENANGKAPAN YANG DIGUNAKAN SUDAH MEMILIKI MESIN (POMPONG) ATAU KAPAL MOTOR, BIASANYA SUDAH BERORIENTASI BISNIS AKAN TETAPI MASIH SKALA KECIL

C. USAHA PENANGKAPAN MODERN

ADALAH USAHA PENANGKAPAN YANG SUDAH BERORIENTASI BISNIS, DILAKUKAN OLEH PENGUSAHA ATAU PERUSAHAAN YANG SUDAH MEMILIKI SISTEM MANAJEMEN YANG TERSENDIRI DENGAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP YANG BERUKURAN BESAR DAN MODERN SEPERTI PUKAT HARIMAU (TRAWL), JARING LINGKAR (PURSE SEINE) ATAU PUN LONGLINE.

ü SARANA PENANGKAPAN YANG DIGUNAKAN BERUPA KAPAL-KAPAL BERUKURAN BESAR YANG MEMILIKI ALAT BANTU BAIK NAVIGASI ( RADAR, GPS, ECHO SOUNDER) MAU PUN UNTUK KELANCARAN PROSES PENANGKAPAN (WINCH, KAPSTAN, ROLLER, NET HAULER, RADI BOUY, DLL)

ü HASIL TANGKAPAN DIPROSES DULU JADI PRODUK TERTENTU BARI DIJUAL DI PASARAN.

SISTEM PENANGKAPAN IKAN ADALAH KETERPADUAN UNSUR YANG DIKELOLA SECARA SISTEMATIS, UNSUR TERSEBUT ADALAH :

• IKAN (TINGKAH LAKU, FISHING GROUND/DAERAH PENANGKAPAN IKAN)

• ALAT PENANGKAPAN IKAN

• SARANA DAN PRASARANA

Ø JADI INTI DARI SISTEM PENANGKAPAN IKAN ADALAH BAGAIMANA MENGELOLA TINGKAH LAKU IKAN DG CARA MENELITI DAN MEMPELAJARINYA, KEMUDIAN DISUSUN STRATEGI/CARA GUNA MENGENDALIKAN TINGKAH LAKU TERSEBUT AGAR IKAN BISA DIAMBIL DARI PERAIRAN



Ø ALAT PENANGKAPAN IKAN ADALAH SEGALA SESUATU YANG DIGUNAKAN SEBAGAI PENGUMPUL IKAN DAN SUMBERDAYA PERIKANAN LAINNYA DARI DALAM PERAIRAPENANGKAPAN IKAN DIWUJUDKAN DALAM 6 MEKANISME UTAMA, YAITU :

• MENJERAT (DENGAN JARING)

• MEMERANGKAP (DENGAN BUBU)

• MENYARING (DENGAN BAGAN/KELONG, TRAWL, TANGGUK

• MEMANCING, DENGAN PANCING

• MENOMBAK, DENGAN SERAMPANG/TOMBAK

• MEMOMPA, DENGAN MESIN POMPA



ü BERDASARKAN PERGERAKAN ALAT TANGKAP DI PERAIRAN SAAT PENANGKAPAN MAKA ALAT TANGKAP DIKELOMPOKKAN JADI 3 :

• AKTIF : TRAWL

• SEMI AKTIF : JARING HANYUT

• PASIF : JARING TETAP

BERDASARKAN PENEMPATAN ALAT DI PERAIRAN DIBAGI JADI 3 : PERMUKAAN (SURFACE), PERTENGAHAN (MID WATER), DASAR (BOTTOM)

SARANA DAN PRASARANA PERIKANAN



v YANG DIMAKSUD DG SARANA PERIKANAN DI SINI = SAMPAN, PERAHU, DAN KAPAL MOTOR YANG DIGUNAKAN SEBAGAI ALAT MENUJU DAERAH PENANGKAPAN IKAN

v SAMPAN DAN PERAHU BIASANYA DIGUNAKAN OLEH NELAYAN TRADISIONAL YANG OTOMATIS JANGKAUAN PENANGKAPANNYA HANYA SEDBATAS PERAIRAN PANTAI (COASTAL FISHING)

v KAPAL MOTOR DIGUNAKAN OLEH PENGUSAHA ATAU PERUSAHAAN PERIKANAN YANG SUDAH MODERN.

v MENURUT ALAT YANG DIGUNAKAN KAPAL PERIKANAN DIGOLONGKAN SBG :

1. KAPAL TRAWL

2. KAPAL PURSE SEINE

3. KAPAL TONDA DLL







PRASARANA PENANGKAPAN IKAN YAITU SEGALA SESUATU YANG DIBUTUHKAN UNTUK MENDUKUNG KELNACARAN PROSES SISTEM PENANGKAPAN IKAN. A.L TERDIRI DARI :

• PELABUHAN PERIKANAN

• PABRIK ES

• PABRIK PENGOLAHAN IKAN

• BENGKEL KAPAL

• KANTOR, DLL



ü PENANGKAPAN SUMBERDAYA PERIKANAN SECARA LESTARI ADALAH “MENGAMBIL DAN MENGGUNAKAN SUMBERDAYA PERIKANAN UNTUK GENERASI SEKARANG DG TIDAK MELUPAKAN KEBUTUHAN GENERASI YANG AKAN DATANG



Ø LAWANNYA ADALAH OVERFISHING/OVEREKSPLOITATED !!!

PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN SECARA LESTARI/BERKELANJUTAN AKAN DAPAT TERCAPAI BILA :

• JUMLAH STOCK IKAN PADA WAKTU TERTENTU (t) SAMA DENGAN JUMLAH STOCK IKAN PADA SAAT DIMULAINYA SUATU USAHA PENANGKAPAN DI SUATU PERAIRAN

• PERTUMBUHAN INDIVIDU IKAN DALAM KURUN WAKTU TERTENTU DITAMBAH REKRUITMEN IKAN DALAM KURUN WAKTU TERTENTU SAMA DENGAN KEMATIAN ALAMIAH IKAN DALAM KURUN WAKTU TERTENTU DITAMBAH HASIL TANGKAPAN DALAM KURUN WAKTU TERTENTU

ARMADA PERIKANAN TANGKAP DI PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar